Make your own free website on Tripod.com
BULETIN MILIS PERKUTUT MANIA
EDISI BULAN AGUSTUS 1999




Pertanyaan dari Sdr. Carman :

Salam kenal !

Saya baru saja memelihara perkutut, kurang lebih 3 bulan.

Saya punya 2 ekor burung perkutut. yang satu umurnya sekitar 1 tahun dan yang satunya 2,5 tahun. (menurut yang jual )

perkutut saya yang lebih muda ,saya rasa bagus - bagus saja ( karena saya kurang mengerti bagaimana suara perkutut yang bagus ), tapi yang lebih tua suaranya kurang nyaring kalah dengan yang lebih muda , dan jalannya kok sering tergelincir ( kelihatannya kakinya kurang kuat ) pada tempat pijakannya.

yang saya tanyakan :

1. apakah burung perkutut yang lebih tua itu kena penyakit tertentu ?

( kalau benar, bagaimana cara mengobatinya ? )

2. bagaimana melihat burung perkutut itu bagus atau tidak ?

3. apakah yang lokal selalu kalah dengan yang bangkok ?

4. bagaimana dengan yang silang ( antara bangkok dengan lokal ) ?

5. bagaimana supaya perkutut itu napasnya panjang dan sering bunyi ?

( apakah dengan sering dikasih jamu ? , saya ada beli jamu Larasati dan vitamin )

6. bagaimana dosis yang tepat untuk vitamin?

terima kasih banyak sebelumnya.
 
 

Jawaban dari Sdr. Rudy :

> Salam kenal !

Salam kenal juga. Terima kasih karena Bpk. mau ikut berpartisipasi meramaikan milis ini.

 >tapi yang lebih tua suaranya kurang nyaring kalah dengan yang lebih muda , dan jalannya >kok sering tergelincir ( kelihatannya kakinya kurang kuat ) pada tempat pijakannya.

Perkutut sering tergelincir bisa juga disebabkan licinnya tempat pijakan. Tempat pijakan yang baik adalah tempat pijakan yang kasar dan lebih cocok lagi tempat pijakan alami (ranting pohon asam yang sering digunakan).

yang ditanyakan :

1. apakah burung perkutut yang lebih tua itu kena penyakit tertentu ?

( kalau benar, bagaimana cara mengobatinya ? )

Belum dapat dipastikan apakah perkutut Bapak mengidap penyakit. Coba Bapak amati lagi kaki perkutut tersebut apakah ada yang cacat, jari yang nggak lengkap, dll. Apakah ada ciri-ciri fisik lain yang kelihatan, misalnya : bulu berdiri seperti kedinginan, atau yang lain. Mungkin Bapak bisa memberikan deskripsi yang lebih lengkap.
 
 

2. bagaimana melihat burung perkutut itu bagus atau tidak ?

Burung perkutut yang bagus adalah burung perkutut yang memiliki kualitas suara yang baik. Kualitas suara yang baik apabila 5 unsur suara : suara depan, suara tengah, suara ujung, air suara dan irama, dimiliki oleh perkutut yang bersangkutan dan kelima unsur suara tersebut terkombinasi secara harmonis sehingga menghasilkan suara yang enak didengar. Sebagai gambaran, Bapak dapat melihat pada "Vault" folder Perkutut Dewasa atau folder Perkutut Juara. Silahkan mendengarkan suara yang dilantunkan oleh perkutut tersebut.
 
 

3. apakah yang lokal selalu kalah dengan yang bangkok ?

Perkutut Bangkok sebenarnya juga berasal dari perkutut lokal. Perkutut-perkutut lokal yang baik tersebut diternak dan diseleksi dari generasi ke generasi sehingga terjadi peningkatan kualitas. Peternak Thailand memang unggul disini dan itulah sebabnya muncul istilah perkutut bangkok karena perkutut tersebut diimpor dari Bangkok. Perkutut tersebut kemudian diternak kembali di Indonesia dan saat ini Indonesia sendiri telah menghasilkan perkutut yang berkualitas lebih baik dari perkutut dari Bangkok.

4. bagaimana dengan yang silang ( antara bangkok dengan lokal ) ?

Perkutut Bangkok biasanya memiliki ciri khusus yaitu volume suara yang besar / bass sedangkan perkutut lokal memiliki ciri tipe suara kristal / kering nyaring. Apabila keduanya disilangkan asal unsur suara keduanya (lokal maupun bangkok) terpenuhi dan bagus, maka tetap akan mengeluarkan perkutut yang berkualitas baik.
 
 

5. bagaimana supaya perkutut itu napasnya panjang dan sering bunyi ?

( apakah dengan sering dikasih jamu ? , saya ada beli jamu Larasati dan vitamin )

Saya pribadi lebih suka menggunakan yang alami yaitu daun saga yang saya tanam sendiri dan daun katu. Daun saga untuk menjernihkan suara dan daun katu untuk menambah power suara perkutut.
 
 

6. bagaimana dosis yang tepat untuk vitamin?

Sebaiknya menggunakan dosis yang dianjurkan dalam petunjuk pemakaian vitamin tersebut atau 1/8 dari dosis anak kecil.
 
 


ANTISIPASI PERKUTUT SAKIT

Dari : Rudy

Rekan P' Mania,

Baru saja saya mengamati 8 pasang puter saya yang saya titipkan piyik perkutut masing-masing antara 3 - 4 ekor. Kelihatannya semua dalam keadaan sehat-sehat saja. Dengan kondisi cuaca yang baik malam maupun pagi hari cukup dingin akhir-akhir ini cukup membuat saya khawatir. Syukurlah semua dalam keadaan sehat-sehat saja.

Beberapa farm saat ini sedang dilanda wabah yang cukup mengkhawatirkan. Terminal Perkutut saja saya dengar sudah lebih dari seratus piyik perkutut mati dan tidak sedikit pula perkutut yang sakit. Bahkan puter-puter yang bertugas meloloh juga tidak sedikit yang mati.

Memang bagi farm-farm yang paling menakutkan adalah kejadian seperti ini dan apabila terlambat seakan-akan kematian datang silih berganti pada piyik-piyik perkutut yang dimilikinya. Untunglah biasanya indukan lebih tahan pada penyakit dan kematian pada induk perkutut cukup jarang terjadi.

Banyak cara yang dilakukan oleh peternak dalam mengatasi hal ini, diantaranya :

1. Memberikan obat cacing biasanya combantrin tablet. Dosis yang diberikan 1/8 (seperdelapan) yang dilolohkan pada piyik perkutut. Untuk yang dewasa biasanya dosisnya lebih besar dua kalinya. Tanda tanda perkutut yang diduga cacingan biasanya perkutut tersebut terlihat mengkorok (bulu-bulu pada berdiri), ogah makan, dan apabila dipegang terasa perkutut tersebut kurus sekali. Apabila perkutut memang terserang cacing, biasanya akan terlihat cacing pada kotoran perkutut dan dalam 2 minggu perkutut terlihat sehat kembali. Selama dalam masa pengobatan biasanya perkutut diberikan kacang hijau lunak sebanyak 3 butir seminggu.

2. Perkutut sakit yang terlihat mengeluarkan kotoran cair berwarna putih atau hijau biasanya diobati dengan dilolohkan kacang hijau yang direndam dalam larutan terrafit. Tanda - tanda penyembuhan terlihat dalam beberapa hari. Ada juga yang menggunakan corysol yang berbentuk bubuk dan dipilin dengan butiran nasi untuk dilolohkan pada perkutut.

Tidak semua perkutut akan sehat dengan pengobatan di atas sehingga banyak peternak mengantisipasi pencegahan berupa :

1. Pembersihan lantai kandang yang berpasir karena ditakutkan pasir yang sudah lama mengandung bibit-bibit cacing.

2. Pemberian obat cacing pada puter sebelum ditugaskan untuk meloloh piyik perkutut.

3. Pemberian tambahan nutrisi pada minuman berupa : multimin dll.

4. Pencampuran makanan perkutut dengan vitamin : neovitan, vitamineral dll.

5. Perlindungan kandang perkutut dari angin malam baik dengan ditutup krei, plastik atau bahan penutup lain.

6. Peningkatan pencahayaan lokasi kandang perkutut / sangkar puter untuk menghangatkan perkutut.

7. Mengkarantinakan perkutut yang sakit istilahnya guyonannya perkutut masuk ICU.

Mungkin dengan antisipasi lain yang saya belum ketahui.

Bagaimana dengan Anda ?
 
 

 Dari : Okto

Dear Kung mania,

Saya akan menambahkan sedikit cara pencegahan perkutut dari serangan flu burung, yaitu dengan pemberian potongan kecil bawang merah cukup 1-2 potongan kecil, dan bagian hidung digosokkan dengan bawang merah, tujuannya untuk menghangatkan tubuh perkutut, melapangkan saluran pernafasan dan mencegah sekaligus menghilangkan masuk angin (ini cara yang efektif lho, coba kalau perkutut masuk angin dan dikerok-kerok, khan bisa berabe he..he...)

Kalau perkutut sudah mulai tampak agak kurang sehat / kurang lincah, sebelum mengunakan antibiotik, sebaiknya coba dulu dengan bawang merah dan bawang putih, dari pengalaman bawang putih juga sangat mujarab untuk infeksi ringan karena mengandung zat antibiotik alamiah.
 
 





Artikel dari Sdr. Rudy :

NEKAT BARU PETERNAK PERKUTUT

Rekan P' Mania,

Rasanya saya mungkin juga rekan-rekan nggak habis pikir, belakangan banyak sekali Peternak Perkutut "Nekad" baik baru maupun yang memang sudah lama main perkutut tetapi sekarang mulai diseriusin. Investasinya juga nggak tanggung-tanggung bisa mencapai 1 Milyar rupiah.

Di Surabaya saja, besok tanggal 1 Agustus 1999 akan diresmikan HMT Bird Farm bertempat di kawasan elit di Kupang Indah X/14. Dengar-dengar investasinya mencapai 900 juta dan lebih gila lagi bisnis jual beli emas (toko emas) si pemilik tidak diteruskan lagi dan akan terjun total di peternakan perkutut. Agrobis Minggu 1 Agustus 1999 memuat mengulas sedikit mengenai si pemilik.

Rencananya besok saya diajak teman-teman untuk mengunjungi peternakan ini. Saya akan menuliskan sedikit laporan mengenai bagaimana keadaan di lokasi peternakan ini.

Melihat usahawan dengan modal gede ini mulai terjun serius di ternak perkutut ini juga sempat membuat saya bimbang untuk terjun di bisnis ini awalnya. Bagaimana nggak bimbang, mereka dengan modal besar membangun ratusan kandang. Apa nggak over supply perkutut nantinya. Betul nggak ?

Tapi masukan dari teman-teman yang sudah lebih lama terjun di bisnis ini berbeda dengan perkiraan saya. "Lihat saja mereka," kata teman saya. "Apa kamu kenal mereka ?, "Mereka semua pemain baru dan jauh lebih berani dari kita-kita." Setiap tahun pemain-pemain baru dengan modal yang gede selalu muncul dan rasanya bisnis ini nggak akan surut. "Dulu harga perkutut yang sudah bagus bookingan cuma 2 jutaan sekarang nggak ada yang di bawah 5 juta." "Dan juga jangan takut, kamu lihat saja apakah peternak dengan ratusan kandang tersebut menghasilkan perkutut yang bagus, paling banter hanya beberapa saja," katanya. "Dengan kandang sebanyak itu mereka lebih cenderung ceroboh dalam melakukan crossing sehingga perkutut yang dihasilkan biasa-biasa saja. " Oleh sebab itu, kandang jangan banyak-banyak," katanya.

Terlepas dari benar tidaknya kata teman saya itu. Namanya juga hobby dan syukur lagi kalau bisa bantu-bantu asap dapur, akhirnya saya putuskan terjun juga di bisnis ini.

Bagaimana dengan rekan-rekan ?
 
 


Artikel dari Sdr.Rudy :

PUTER ISTIMEWA
 
 

Rekan P'Mania

Bicara mengenai puter, saya teringat waktu pertama kali memulai di bisnis ini.

Seorang peternak menawarkan puter kepada saya dengan harga Rp.250 ribu sepasang. Dia bilang puter ini sudah pengalaman dalam meloloh piyik perkutut dan tidak mudah melatih puter untuk meloloh piyik perkutut.

Hampir saja saya tergerak untuk membeli puter tersebut, karena jelas puter akan meningkatkan produktivitas. Tapi untunglah ada juga peternak yang jujur mengatakan bahwa semua puter dapat meloloh piyik perkutut. Caranya :

1. Puter harus dalam keadaan sedang mengerami telur. Semakin baik apabila puter tersebut telah mengerami telurnya memasuki hari ketujuh ke atas. Alasannya susu tembolok sudah secara alami terproduksi.

2. Piyik perkutut dipindahkan setelah berusia 7 hari. Sehingga pada saat pemasangan cincin di usia tersebut, piyik langsung dipindahkan ke puter tersebut.

Telur puter diambil dan piyik perkutut ditaruh menggantikan telur tersebut. Usia piyik di bawah 7 hari berbahaya bagi piyik perkutut karena bisa mati terinjak oleh puter.

3. Jaga makanan puter dengan pemberian pakan sesuai dengan pakan perkutut. Peternak biasanya memberikan pakan : jagung giling pada saat puter belum bertugas melolohi piyik dan pada saat melolohi pakan diberikan sesuai dengan pakan perkutut (Kadang-kadang nggak fair ya he-he-he) plus voer (BR 1 atau 511) dan ditambah lagi dengan pecahan bata merah (pecahan jangan terlalu halus).

Ternyata puter yang saya beli di pasar dengan harga berkisar Rp.3.000,- s.d. Rp.4.000,- per ekor tersebut memang benar dapat melolohi piyik perkutut.

Oleh sebab itu, jangan percaya kalau ada yang menawarkan kepada rekan-rekan puter seharga selangit dengan alasan berpengalaman dalam melolohi piyik.
 
 

Dari Okto :

Dear Perkutut Mania,

Sedikit tambahan dan komentar mengenai Puter Istimewa.

Memang semua puter bisa jadi baby sitter, itu sebabnya puter yang dipakai untuk meloloh piyik perkutut biasanya puter yang warna bulunya putih (jadi seperti baby sitter benaran he..he...).

Tapi memang ada puter yang istimewa, yaitu ada puter yang mempunyai kemampuan menjadi "baby sitter full time", yaitu kemampuannya untuk menanggani tugas mulai dari mengeram telur perkutut, mengasuh piyik perkutut yang baru menetas hingga mandiri.

Puter yang seperti ini jarang ada, dan kalaupun ada, biasanya tidak dijual, karena fungsinya yang mampu mengeram dan mengasuh piyik perkutut mulai baru menetas. (bukan seperti perkutut umumnya yang hanya bisa mengasuh piyik mulai usia seminggu ke atas).

Salam,

Okto
 
 





Pertanyaan dari Sdr.Ansyari :

Saya mendapatkan seekor perkutut dari seorang teman. tetapi saya tidak tahu jenis perkutut tersebut.

Ciri-cirinya :

- mempunyai warna kuning di sekeliling mata.

- garis hitam tegas melingkar di leher.

- besarnya seperti perkutut lokal.

- bunyi pendek ( huu...huk....huu...huk...huu....huk....)
 
 

Terima kasih saya ucapkan apabila ada teman-teman perkutut mania ada yang tahu jenis perkutut tersebut dan dapat menjelaskannya.
 
 

"Ansyari"
 
 

Jawaban dari Okto :

Salam Bp.Ansyari,

Berdasarkan keterangan dari ciri-ciri perkutut seperti yang disebutkan bahwa warna kelopak mata berwarna kuning dengan garis melintang di sekeliling leher, maka sudah tentu perkutut tersebut adalah perkutut lokal (liar) yang diperkirakan berasal dari daerah Nusa Tenggara.

Jenis perkutut ini merupakan jenis perkutut belang (Geopelia Striata) dari sub jenis G.S. Maungeus atau mungkin sub jenis G.S. Audacis. Jadi berbeda dengan sub jenis yang biasa kita pelihara yaitu G.S.Striata.

Perkutut terbagi atas7 (tujuh) sub-jenis yang dibedakan atas daerah asal dan mempunyai variasi letak warna bulu yang berbeda dengan ukuran tubuh yang relatif sama. yaitu :

1. Geopelia Striata (G.S) Striata, yaitu perkutut belang asli yaitu perkutut lokal dan bangkok yang umum dipelihara. Berasal dari Jawa, Bali, Lombok dan Sumatera.

2. G.S. Maungeus, yaitu perkutut belang yang sering disebut perkutut Sumba dan berasal dari Sumba, Sumbawa dan Pulau Timor.

3. G.S. Audacis, perkutut belang yang berasal dari kepulauan Kei dan Tanimbar.

4. G.S. Papua, yaitu perkutut belang yang berasal dari Papua (Irian Jaya dan Papua Nugini)

5. G.S. Placida, yaitu perkutut belang yang berasal dari Papua dan Australia Utara.

6. G.S. Tranquila, yaitu perkutut belang yang terdapat di Australia Tengah.

7. G. S. Clelaudi, yaitu perkutut belang yang terdapat di Australia Barat.

Untuk lebih jelasnya termasuk ada pula photonya, silahkan mengunjungi Perkutut Mall (http://members.tripod.com/~perkututmall) pada ruang info perkutut yang memuat informasi perkutut secara umum.

Salam,

Okto
 
 

Tanggapan dari Sdr.Ridwan :

Saya pernah lihat perkutut tersebut, kalau tidak salah perkutut tersebut adalah perkutut Bali, mungkin teman-teman lain ada yang lebih mengetahui ?

Salam

Ridwan
 
 

Tanggapan tambahan dari Okto :

Memang sebagian orang umumnya menyebutnya dengan istilah perkutut Bali. Tetapi dari referensi buku baik yang berbahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, perkutut jenis tersebut bukan merupakan sub jenis dari perkutut yang ada di Bali, tetapi berasal dari Lombok dan Nusa Tenggara.
 
 

Saya sendiri pernah tinggal di Bali (1990,91,93,94) dan melihat sendiri perkutut liar Bali di daerah sekitar bukit Jimbaran (antara Nusa Dua dan Kuta), dan memang jenis yang ada di sana adalah dari sub jenis Geopelia Striata Striata, yaitu sub jenis seperti perkutut yang kita pelihara dan seperti yang saya lihat langsung di Bali, perkutut tersebut tidak mempunyai kelopak mata kuning dan dada belang, tetapi berwarna abu-abu kebiruan dan dadanya berwarna coklat muda.

Salam,

Okto
 
 





INFORMATION ABOUT PERKUTUT PLEASE !
 
 

Hello, my name is Patricia,

my subject is to know the cultural apect of keeping cages birds in indonesia and more especially in sunda in anthropologique perspective. Here is my address in bandung if you have some informations or documentation for me ; PATRICIA CORDIER IN CIWARUGA, POLYTECHNIC, ITB N 1, BANDUNG. THANKS.
 
 

Tanggapan dari Sdr. Rudy :

Welcome to the list,

Many believe that the cultural aspect of keeping cages birds in Indonesia derived from central java not sunda. I don't know for sure but you'd better check it out. There is a philosophy (javanese), the Hastabrata that was the symbol attached the so called respectable person. The person should have :

Karyo (job), Garwo (wife / spouse), Wismo (house for living), Curigo (keris), Turonggo (horse), Kukilo (perkutut = turtle dove), Waranggana (singer, pesinden), and Pradonggo (traditional instrument = gamelan).

There is also a poet which I like it very much entitles "Ingon-Ingon Perkutut Ngedohi Setan" (The hobby of keeping cages bird (perkutut) could drive Satan away)

Manawa kasawang saka ilmu jiwa, (from the psychological view) ingon-ingon manuk perkutut iku ora baen-baen (a hobby of keeping cages bird is not a small matter) sebab kajaba kalebu holongane "Seni Swara" (while it includes understanding the sound of the birds)

uga mukarabi marang panggulawentah (this hobby makes you have a good manner)

sarta bisa mahanani katentreman (this is also giving you peace in mind)

Priyayi kang seneng kekututan (those who has this hobby (perkutut))

daleme mesti tata tertip (he must have a good family)

patrap-patrap kang biyayakan, (all his bad manners)

rembug-rembug kang sora lan kasar, (anything he says which is rude and bad)

mesti ora ana, (you could not find it in this person)

sakait ya mung sabab pangeman marang sang kutut, (it might be the first time

it is only love for the bird)

nanging ora njarak (surprisingly)

jebul ndayani marang tata tertib. (it will influence the way he behaves)

Sapa kang ingon-ingon perkutut (whoever has this hobby)

mesti tangi esuk, (he must have gotten up early)

sakawit ya mung tumuju marang sang perkutut, (may be at first it was the

bird (perkutut) which makes him get up early)

bisa nggantang ing sadurunge srengenge mletek, (so that he could hang the cage high in the sky). (sorry terjemahannya agak asal-asalan)

nanging lawase lawas (later)

dadi pakulinan ... tangi esuk. (it becomes a habit for him... getting up early).

Dina minggu, liburan, (when it is sunday, a holiday)

ora kluyuran mrana mrene, (he will not go elsewhere without purpose)

ora dolan-dolan kang tanpa gawe, (ditto)

sakawit ya mung arep ngematake anggunge sang perkutut (may be at first he wants to listen to the bird's song)

nanging lawase lawas, (later)

dadi pakulinan.... jenak ana ndalem (it becomes a habit for him not to go elsewhere just to stay at home)
 
 

Pikolehe kang ceta, (the results)

ingon-ingon perkutut nyiyutake pandulu, (hobby of keeping bird cage frees

himself from bad things)

ngedohi setan (drive the satan away)

kang tansah nggegalak racak (which makes him do something bad).

(from "Pangrumate Manuk Perkutut" cited from a book entitled

"Tangguhe-Candrane lan Jamune Perkutut")
 
 

Sorry this is too long but I think you should go to Yogya to find it more

in their culture. GBPH H. Prabukusumo could be a qualified person, while he

has this hobby, he is also a very good resource for your reference.

Unfortunately I don't have the address. May be others in this list know the

address. Anybody can help ?
 
 

Regards,

Rudy Tanureja

P'Mania administrator
 
 

Tanggapan dari Sdr.Eko :

Salam Klau ketekkung...

Bung Rudy...setelah saya simak baik-baik ternyata perkutut ada sejarahnya tidak asal piara dan dengerin suara saja..... Wah..terimaksih banyak atas informasi yang diberikan....

Salam Klauw ketekkung

Eko Purwanto
 
 

Tanggapan dari Okto :

I don't know if I should write this in English or in Indonesian.

If any of you are interested in the historical of Perkutut, you could find the historical of keeping perkutut in Javanese culture in the book namely "Perkutut" written by B. Sarwono. You may buy it in Gramedia Book Store near you. Also in the book, you could get the general information about perkutut.

I mention the word "Perkutut" in the above statement, because actually the word "Turtle Dove" is not the right word for Perkutut. Turtle dove is not perkutut. the English name for "Perkutut" is Barred Ground Dove. Maybe "the turtle dove" means tekukur (derkuku) or puter.

Nowadays, Perkutut become the most expensive bird in the world. It created the big community of fans not only in Indonesia, but also in Thailand.

What makes me interested in keeping the perkutut is not because of the great business of perkutut, but the beautiful art of perkutut's songs. It takes a clean heart, a good will and the patient to understand the art of perkutut's songs. And the most exciting part is the challenge to create perkutut with high quality singing ability by cross breeding two perkutut with different singing types.

Me and Mr.Rudy Tanureja as the owner of this list, has the goal for the members, that is to share the knowledge about perkutut, free from "junk material" that often appears in the perkutut tabloids and mags, such as the direction to buy perkutut by buying the bloodline without considering the singing quality, etc.

We hope that all of the members of this list could enjoy our services.

Best regards,

Okto
 
 

Tanggapan dari Sdr.Rudy :

Thanks Bung Okto for the information,

> I mention the word "Perkutut" in the above statement, because actually the word "Turtle > Dove" is not the right word for Perkutut. Turtle dove is not perkutut. the English name >for "Perkutut" is Barred Ground Dove. Maybe "the turtle dove" means tekukur (derkuku) >or puter.

You might be right, the words referred to "Perkutut" could be Barred Ground Dove, Zebra Dove, and some people refer it as also a turtle dove. But in Indonesia we find many people use "turtle dove pedigree" to refer their perkutut farm.

In dove-pigeons mailing list, they refer perkutut as zebra dove.
 
 

Secara tidak sengaja saya menemukan site ini, dan jelaslah sudah memang turtle dove itu adalah sejenis derkuku dan zebra dove adalah perkutut.

Meskipun site ini hanya koleksi perangko tetapi boleh juga buat referensi kita.

Silahkan ke site ini http://www.bird-stamps.org/species/66.htm

Salam,

Rudy Tanureja

P"Mania Administrator
 
 

Tanggapan dari Okto :

Bung Rudy,

Thanks atas perhatian dan usahanya menemukan arti sebenarnya dari kata "turtle dove" dan juga menemukan kata yang paling tepat untuk perkutut yaitu "zebra dove".

Info ini juga tentunya sangat berguna bagi kita semua, sehingga kalau kita menulis dalam bahasa Inggris sudah jelas kita akan menulis kata "zebra dove" untuk kata perkutut.

Dan kalau diteliti arti kata "zebra dove" memang adalah perkutut, sebab zebra berarti belang-belang sehingga zebra dove berarti merpati belang jadi memang sesuai dengan bahasa latinnya perkutut : Geopelia Striata (Perkutut / Merpati Belang).

Sedangkan kata "turtle dove" yang secara harafiah berarti merpati kura-kura, memang jelas bukan berarti perkutut. Perkutut hanya ditemukan di wilayah tropis yaitu di wilayah Indonesia dari Kalimantan, Sumatra, Jawa, Bali, Lombok sampai ke Irian, wilayah Malaysia dan juga terdapat di Wilayah Utara Australia (Northern Territory).

Turtle Dove (sejenis Derkuku-derkuku-an termasuk jenis puter) memang berbagai sub-jenisnya banyak terdapat di negara lain, terutama yang beriklim Tropis dan Sub-Tropis. Sehingga tidak heran jika ada lagu Natal untuk anak-anak yang judulnya "The Tweleve Days of Christmas" ada bagian yang menyebutkan "Two turtle dove......."

Regards,

Okto