Make your own free website on Tripod.com
BULETIN MILIS PERKUTUT MANIA
EDISI BULAN DESEMBER 1999


From: sudiarto_ari@yahoo.com

Subject: [perkutut mania] sayap berdarah

Salam ketek kung,

Rekan semuanya, burung saya tadi malam mengeluarkan darah dari sayap dan waktu saya periksa memang lukanya dari sayap paling ujung luar, apa yang harus saya lakukan ?

Dan buat Mas Okto dan Mas Rudi makasih atas jawabanya di dua pertanyaan saya sebelumnya, dan mana komentar dari bung sam nih, apa kabar ?

makasih banyak.
 
 

Response dari :

From: "Rudy Tanureja" <tanureja@indo.net.id>

Subject: [perkutut mania] Re: sayap berdarah
 
 

Salam Klau kwak kwak kwak Kung,

> burung saya tadi malam mengeluarkan darah dari sayap dan waktu saya

> periksa memang lukanya dari sayap paling ujung luar, apa yang harus

> saya lakukan ?

Saya biasanya menggunakan betadine. Setelah itu biasanya cepat mengering. Luka pada sayap burung biasanya disebabkan karena burung tersebut tidak nyaman dengan lingkungan dimana Bapak menggantung burung tersebut. Tapi tidak masalah lama-lama akan terbiasa juga.

Cara lain yang saat ini saya dan beberapa teman di Surabaya gunakan untuk mengurangi pendarahan yang lebih banyak selain diberi Betadine juga ditutup dengan abu rokok. Memang saat ini secara medis dibenarkan atau tidak, tapi logikanya abu rokok yang baru cukup bebas hama karena sehabis pembakaran.

Burung saya pernah ada yang mengalami pendarahan yang cukup banyak karena kepalanya habis dipatuki oleh yang jantan dan saya terlambat memisahkan dari sangkar dan stok Betadine kebetulan habis. Jadi langsung saja saya tutup dengan abu rokok dan lukanya langsung berhenti dan burungnya juga sehat.
 
 

> dan buat mas okto dan mas rudi makasih atas jawabanya di dua pertanyaan

> saya sebelumnya, dan mana komentar dari bung sam nih, apa kabar ?

> maksih banyak.
 
 

Mengenai bung Sam, saya juga ingin menimpali. Terima kasih atas kiriman artikelnya, gembira saya karena ternyata produksi dalam negeri (majalah dan tabloid) juga diminati oleh rekan-rekan di Malaysia. Apakah di Malaysia juga ada artikel yang memuat mengenai perkutut atau majalah / tabloid yang mengkhususkan pada unggas ?

Salam,

Rudy
 
 

Response dari :

From: saiffulsam@hotmail.com

Subject: [perkutut mania] Re: sayap berdarah

meoww kunggg...

> rekan semuanya burung saya tadi malam mengeluarkan darah dari sayap dan waktu saya

> periksa memang lukanya dari sayap paling ujung luar, apa yang harus saya lakukan ?

Saya menggunakan minyak gamat dari Pulau Langkawi, minyak ini tidak akan meracun burung dan masa penyembuhan agak cepat.

Mengenai menggunakan habuk rokok saya tidak mencuba tapi rasanya Mas Rudy sudah mencubainya dan kesannya menarik sekali ya...

Salam buat rakan semua...
 
 

> Mengenai bung Sam, saya juga ingin menimpali. Terima kasih atas kiriman

> artikelnya, gembira saya karena ternyata produksi dalam negeri (majalah dan

> tabloid) juga diminati oleh rekan-rekan di Malaysia. Apakah di Malaysia juga

> ada artikel yang memuat mengenai perkutut atau majalah / tabloid yang

> mengkhususkan pada unggas ?
 
 

Sepengetahuan saya di M'sia tiada majalah mengenai unggas. Malahan di M'sia saya membaca majalah Trubus di perpustakaan, tetapi sayangnya langganannya sudah dihentikan. Oleh itu, memang benar majalah mengenai unggas adalah dari Indonesia ...

Perkataan "perkutut" saya dapati dari Majalah Trubus kerana di M'sia perkutut dipanggil Merbuk kampung bagi perkutut lokal & perkutut Bangkok bagi Merbuk Siam.

Sekian saja..

Terima kasih...

-sam
 
 


From: Eko Sulistyanto <ekosl@usa.net>

Subject: [perkutut mania] Sangkar Gantung Untuk Beternak Perkutut

Salam Koouuung.......

Rekan Perkutut Mania berikut saya petikan artikel tentang Perkutut dari Majalah Aves (mungkin ada yang belum pernah baca) semoga bermanfaat bagi rekan semua.

Beternak perkutut kebanyakan dilakukan di kandang besar. Tentu saja yang tidak memiliki lahan akan kesulitan mengembangbiakkan burung ini. Namun, sekarang penggemar perkutut yang tidak memiliki lahan atau pekarangan tidak perlu berkecil hati. Emil,seorang peternak perkutut di Surabaya, telah lama mencoba beternak perkutut dalam sangkar gantung dan berhasil.

Beternak perkutut ternyata bisa dilakukan tanpa harus memiliki lahan luas. Cukup dengan kandang berupa sangkar gantung perkutut sudah bisa berkembang biak. Hasilnya sama dengan beternak dalam kandang. Beternak perkutut menggunakan cara ini mempunyai beberapa keuntungan dibanding menggunakan kandang besar: biaya pembelian sangkar lebih murah, dapat meman-faatkan semaksimal mungkin lahan yang tersedia, mudah dipantau, dan menghindari luka di sekitar paruh bagi perkutut yang kurang jinak.
 
 

Memilih induk

Pola beternak menggunakan sangkar tidak jauh berbeda dengan dalam kandang. Untuk menghasilkan keturunan yang baik, dicari pasangan induk berkualitas yang mempunyai hubungan "darah" dengan perkutut berprestasi atau melalui jalan kawin silang antara perkutut yang mempunyai kekurangan suara dengan perkutut yang mempunyai kelebihan suara. Agar tidak terlalu lama menunggu waktu dewasa, sebaiknya dipilih calon induk yang sudah cukup umur, umur tujuh bulan sudah mau kawin dan bertelur. Lebih matang lagi jika sudah menginjak umur satu tahun. Induk yang sudah terpilih didekatkan terlebih dahulu di sangkar terpisah. Jika sudah tampak saling mengenal dan berahi, baru dimasukkan dalam sangkar penang-karan yang telah dilengkapi dengan berbagai sarana yang diperlu-kan.

Bila pasangan induk masih terlihat berkelahi, sebaiknya diambil dan dimasukkan lagi jika sudah benar-benar jodoh. Sangkar yang relatif kecil memang sangat rawan untuk beternak. Jika induk yang belum jodoh dipaksa hidup dalam satu sangkar, akan terus terjadi perkelahian. Untuk menghindari hal seperti ini, sebaiknya induk betina dipilih yang lebih tua dibanding induk jantan karena yang suka menyerang biasanya induk jantan.
 
 

Cara beternak

Sangkar yang digunakan berukuran panjang sekitar 40 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 60 cm. Ukuran ini tidak mutlak. Dalam sangkar yang lebih kecil perkutut juga bisa berkembang biak. Sangkar ini harus dilengkapi dengan berbagai perlengkapan untuk hidup dan berkembang biak seperti tempat pakan dan minum, asinan (pasir dan tumbukan bata) atau kalk, sarang, dan tenggeran.

Agar tidak memakan tempat, sarang diletakkan di sudut sangkar sekitar 40 cm dari dasar sangkar. Jeruji di sekitar sarang ditutup kardus bekas supaya perkutut tidak terganggu oleh berbagai aktivitas di luar sangkar. Bagian atas sangkar sebagian ditutup plastik untuk menghindari masuknya air hujan. Agar tidak terlalu panas, tutup plastik dilapisi kardus. Adanya bagian atas yang terbuka membuat sinar matahari bisa masuk. Pakan dan sarang tetap terlindung dari air hujan maupun sinar matahari langsung. Bagian yang terbuka diperkirakan mampu memasukkan sinar matahari antara 35 jam per hari, khususnya pagi hari.

Gangguan paling besar beternak perkutut dalam sangkar, terutama yang ditempatkan menempel di dinding, datang dari semut. Untuk itu, dinding di sekitar sangkar harus selalu diolesi minyak tanah bercampur oli. Untuk sangkar yang digantung, cukup diberi di bagian pangkal gantungan. Diupayakan jangan sampai ada benda lain yang bisa dijadikan jembatan oleh semut menuju ke sangkar.

Antar sangkar sebaiknya diberi pembatas berupa tripleks atau kardus supaya pasangan perkutut yang satu dengan pasangan yang lainnya tidak saling melihat. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada salah satu dari induk tertarik dengan pasangan lain di sebelahnya sehingga tidak mau kawin dengan pasangannya sendiri yang ada dalam satu sangkar. Di samping itu, juga untuk menghindari ketakutan sesama perkutut.

Untuk memenuhi kebutuhan perkutut akan protein dan kalori, pakan harus diperhatikan. Beberapa pakan yang banyak mengandung zat tersebut adalah milet, biji kenari, jewawut, padi kecil, dan godem. Untuk menambah unsur kalsium, ditambahkan kalk yang banyak dijual di pasar atau bisa membuat sendiri dari tumbukan kulit telur dicampur kapur yang sebelumnya diendapkan terlebih dahulu dan dicetak dengan gelas bekas air mineral.

Sarana penunjang beternak dalam sangkar ini bisa memanfaat-kan bahan limbah, mulai dari kardus dan plastik penutup sangkar hingga bahan cetakan kalk. Bahkan, untuk menyiasati kebutuhan pakan impor yang mahal, dapat menggunakan pakan dalam negeri dengan tetapmemenuhi syarat gizi yang dibutuhkan.

Khusus anakan yang telah dipisahkan dari induknya diberi pakan campuran beras putih, ketan hitam, jagung tumbuk, pakan ayam 591, dan sedikit milet merah. Anakan yang sudah diseleksi kualitasnya baru diberi pakan milet. * (Sutejo)
 
 


From: Lawrence Christopher <lchristopher@email.com>

Subject: [perkutut mania] Ikatan di-Lehir Perkuttut
 
 

Saya lehat beberapa perkutut di-juara ada ikatan di-lehir. Kenapa di-buat demekian ? Untok merdu kan suara burong ka?

--

With kindest regards. Cheers!

Lawrence
 
 

Response dari :

From: okto@bigfoot.com

Subject: [perkutut mania] Re: Ikatan di-Lehir Perkuttut
 
 

Dear Lawrence,

Ikatan di leher perkutut, dimaksudkan untuk mengurangi suara noklak yang umumnya terjadi pada perkutut dewasa. Noklak adalah penyimpangan suara perkutut yang seharusnya klaw ke tek kung menjadi klaw klak klak kung atau klaw klak klak klak, hal ini terjadi karena power yang berlebihan jadi out of control.

Jadi fungsinya untuk menormalkan suara bukan untuk membuat suara jadi bagus, sebab bagusnya suara tidak bisa dibuat tapi merupakan bawaan sejak lahir.

Untuk yang tidak pengalaman, jangan mencoba mengikat, sebab resikonya burung bisa mati tercekik karena ikatan benangnya bisa lari, dan yang tidak kalah bahaya lagi kalau burungnya terlepas apalagi burungnya harganya mahaaaaaaaaaaal, nah khan bisa menangis tujuh hari tujuh malam.

Regards,

Okto
 
 

Response dari :

From: "Taufik Kesuma" <tkesuma@hotmail.com>

Subject: [perkutut mania] inbreed saudara seteluran
 
 

Salam Nyiiit.. nyit..nyit

Para rekan P'mania semuanya,

Mohon informasi apakah inbreed saudara seteluran bisa dilakukan ? Lebih banyak baiknya atau negatifnya ?

Saat ini saya punya sepasang piyik umur 4 bulan saudara seteluran. Yang jantan suara depan njerit,tengah double lelah, ketukan jelas,ujung panjang, dan menurut istri saya iramanya 99% mirip susi susanti, pokoknya kalau saya yang jadi juri bisa dapat bendera plus bola basket. Yang betina mirip-mirip yang jantan, tapi masih banyak nututnya.

Jika lebih banyak positifnya akan saya kawinkan. Apakah diantara rekan semua sudah pernah ada pengalaman mengawinkan inbreed satu saudara seperti itu ? Bagaimana hasilnya ?

Terimakasih sebelumnya.

Taufik Kesuma.
 
 

Response dari :

From: "Rudy Tanureja" <tanureja@indo.net.id>

Subject: [perkutut mania] Re: inbreed saudara seteluran
 
 

Salam bek bek bek,

> Mohon informasi apakah inbreed saudara seteluran bisa

> dilakukan ? Lebih banyak baiknya atau negatifnya ?

Inbreed bisa saja dilakukan tapi inbreed saudara seteluran sangat rawan dan lebih banyak negatifnya daripada positifnya.
 
 

> Saat ini saya punya sepasang piyik umur 4 bulan saudara

> seteluran. Yang jantan suara depan njerit,tengah double lelah,

> ketukan jelas,ujung panjang, dan menurut istri saya iramanya

> 99% mirip susi susanti, pokoknya kalau saya yang jadi juri bisa

> dapat bendera plus bola basket. Yang betina mirip-mirip yang jantan,

> tapi masih banyak nututnya.

Bagi-bagi kita rekamannya dong ke milis ini. Kirim dulu ke email saya tanureja@indo.net.id kemudian akan saya masukkan rekaman bung ke vault. Biar rekan-rekan lain tambah bersemangat karena sudah ada rekan kita yang berhasil dan sebentar lagi jadi konglomerat menyaingi H. Mochammad. Saya turut mendoakan lho. Ngomong-ngomong bung berdomisili dimana ?
 
 

> Jika lebih banyak positifnya akan saya kawinkan.

please jangan............ he-he-he.
 
 

> Apakah diantara rekan semua sudah pernah ada pengalaman mengawinkan

> inbreed satu saudara seperti itu ? Bagaimana hasilnya ?

Teman-teman peternak ada yang berhasil dan kebanyakan yang nggak karena hasilnya ada yang cacat dan kebanyakan mudah sakit. Kebanyakan inbreed yang dilakukan antara om dengan keponakan, tante dengan keponakan dan hasilnya juga banyak yang kurang tetapi memang tidak sebanyak yang inbreed seteluran. Yang bagus juga lebih banyak dari yang inbreed seteluran. Sebaiknya dilihat dulu tipe bapak dan ibu piyik ini apakah memiliki kualitas yang sama dengan anaknya yang menurut bung mirip Susi Susanti. Kalau jauh dari anaknya, maka inbreed untuk mendapatkan sekualitas piyik tersebut rasanya kecil kemungkinannya.
 
 

Tapi kalau mau mencoba tidak ada salahnya. Setelah kualitas anaknya dilihat kurang sampai anak ketiga atau mau lebih yakin lagi sampai anak kelima. Ya sebaiknya diceraikan he-he-he.

Saat ini saya sedang mencoba inbreed keponakan dengan tante, sekalian juga om dengan keponakan. Tapi saya tetap mengutamakan crossing suaranya.
 
 

Response dari :

From: okto@bigfoot.com

X-Sender: okto@bigfoot.com (Unverified)

X-Mailer: QUALCOMM Windows Eudora Light Version 3.0.5 (32)

Date: Sat, 30 Oct 1999 20:14:24 -0700

To: perkututmania@egroups.com

Subject: [perkutut mania] Re: inbreed saudara seteluran
 
 

Salam kung 2000 (he..he..he..),
 
 

>> Mohon informasi apakah inbreed saudara seteluran bisa

>> dilakukan ? Lebih banyak baiknya atau negatifnya ?

>Inbreed bisa saja dilakukan tapi inbreed saudara seteluran sangat rawan dan

>lebih banyak negatifnya daripada positifnya.

Bentoel, sebab kalau seteluran berarti sifat / gen bawaannya 100% sama antara kedua induk yang sedarah ini, dan di sini selain bisa muncul sifat yang unggul, justru akan jauh lebih banyak lagi yang buruk bahkan cacat, sebab sifat cacat dan buruk banyak yang tergolong resesif (lemah dan tersembunyi) sehingga kalau kedua induk mempunyai bawaan sifat ini, so pasti sifat resesif yang buruk bertemu dan menjadi kuat sehingga muncul pada keturunannya, cacatnya antara lain : telur yang tidak menetas, kaki bengkok, albino, darah tak bisa beku, dan lain-lain.

>> Saat ini saya punya sepasang piyik umur 4 bulan saudara

>> seteluran. Yang jantan suara depan njerit,tengah double lelah,

>> ketukan jelas,ujung panjang, dan menurut istri saya iramanya

>> 99% mirip susi susanti, pokoknya kalau saya yang jadi juri bisa

>> dapat bendera plus bola basket. Yang betina mirip-mirip yang jantan,

>> tapi masih banyak nututnya.

>Bagi-bagi kita rekamannya dong ke milis ini. Kirim dulu ke email saya

>tanureja@indo.net.id kemudian akan saya masukkan rekaman bung ke vault. Biar

>rekan-rekan lain tambah bersemangat karena sudah ada rekan kita yang

>berhasil dan sebentar lagi jadi konglomerat menyaingi H. Mochammad.

>Saya turut mendoakan lho. Ngomong-ngomong bung berdomisili dimana ?

Betul, kirim dulu ke kita, baru kita dengar apakah benar mirip susi. Kalau benar mirip susi, jangan diternak (sebab kalau diternak akan mengurangi kualitas terutama masalah stamina dan kestabilan yang sangat mutlak pada lomba yang berlangsung selama 4 babak (hampir 4jam)), Jadi tinggal dirawat sebaik-baiknya dan kalau mulus (stabil) maka Sdr.Taufik akan menjadi seorang jutawan baru, Tapi jangan lupa sama kita yah ! he..he..he..

>> Jika lebih banyak positifnya akan saya kawinkan.

>please jangan............ he-he-he.

Oh, no! Tapi kalau mau yah selanjutnya terserah anda ! hi..hi...
 
 

>> Apakah diantara rekan semua sudah pernah ada pengalaman mengawinkan

>> inbreed satu saudara seperti itu ? Bagaimana hasilnya ?

>Teman-teman peternak ada yang berhasil dan kebanyakan yang nggak karena

>hasilnya ada yang cacat dan kebanyakan mudah sakit. Kebanyakan inbreed yang

>dilakukan antara om dengan keponakan, tante dengan keponakan dan hasilnya

>juga banyak yang kurang tetapi memang tidak sebanyak yang inbreed seteluran.

>Yang bagus juga lebih banyak dari yang inbreed seteluran.

>Sebaiknya dilihat dulu tipe bapak dan ibu piyik ini apakah memiliki kualitas

>yang sama dengan anaknya yang menurut bung mirip Susi Susanti. Kalau jauh

>dari anaknya, maka inbreed untuk mendapatkan sekualitas piyik tersebut

>rasanya kecil kemungkinannya.

Memang Om/tante dengan keponakan cukup banyak juga resikonya,lagipula khan si om dan tante akan ditertawai oleh perkutut lainnya SUKA DAUN MUDA NIH YEEEEEEEEE ! he..he..he..
 
 

>Saat ini saya sedang mencoba inbreed keponakan dengan tante, sekalian juga

>om dengan keponakan. Tapi saya tetap mengutamakan crossing suaranya.

Benar-benar suka daun muda ho..ho..ho

Salam,

Okto