Make your own free website on Tripod.com
BULETIN MILIS PERKUTUT MANIA
EDISI BULAN NOVEMBER 1999


From: Agusyanto Hasan <hasan@si.id.sony.com.sg>

Subject: [perkutut mania] Tanya dong

Dear rekan2x,

Saya ada rencana start memelihara perkutut utk didengar saja. Tapi sebelum saya membeli saya ada pertanyaan buat rekan2x yg bisa menjawabnya, yaitu :

Bagaimana caranya memilih piyikan yang berkualitas yg dijual di pasar burung pramuka. Artinya berkualitas dlm kelas-nya. Perkutut2x tsb berada dlm sangkar besar dan tinggal kita pilih dng harga yang relatif paling murah.

Apakah dilihat dari suara ? Tapi tidak ada suaranya.

Apakah dari postur tubuh ?

Untuk diketahui sekarang saya mempunyai hobby burung ocehan jalan 1 tahun. Ketika saya baru terjun ke hobby tsb saya banyak membeli burung2x yg katanya bisa menjadi juara (dari pedagang dan teman). Tapi nyatanya dari sekitar 40 burung dari berbagai jenis tidak satupun yg juara pada waktu kontes. jadi saya berniat utk mulai coba2x memelihara perkutut.
 
 

Respons dari :

From: okto@bigfoot.com

Subject: [perkutut mania] Re: Tanya dong

Salam kung,

>Apakah dilihat dari suara ? Tapi tidak ada suaranya.

>Apakah dari postur tubuh ?
 
 

Untuk menilai perkutut bagus atau tidak tentunya hanya berdasarkan pada suaranya saja.

Kalau berdasarkan postur tubuh, tentunya kurang tepat, walaupun memang harus diakui bahwa pada perkutut yang bersuara baik, umumnya memiliki bentuk tubuh yang bongkok udang.

Perkutut berbeda dengan burung berkicau. pada burung berkicau unsur latihan sangat memegang peranan. Sedangkan pada perkutut, ada dasar bakat yang tidak dapat dirubah, jadi kalau membeli perkutut di pasar burung baik yang di kandang besar maupun yang digantung dengan harga 500 ribu, jangan berharap dapat bersuara bagus, apalagi untuk lomba.

Sebab pada perkutut bakat bawaan sejak lahir merupakan bakat yang tidak bisa didapatkan hanya dengan latihan/perawatan, tetapi unsur perawatan hanya diperlukan untuk mempertahankan mutu suaranya yang sudah ada supaya tetap baik.

Itu sebabnya harga perkutut yang juara (bermutu istimewa) sangatlah mahal, uang satu juta rupiah dalam dunia perkutut sering disebut dengan istilah 1 perak, 2 juta dengan 2 perak dan seterusnya. Tidak heran jawara saat ini seperti Happy Selancar harganya di atas 125 juta, Susi Susanti ditawar 750 juta, dst.

Untuk itu para hobbies perkutut yang berkantung pas-pasan umumnya beternak kecil-kecilan untuk menghasilkan perkutut bermutu lomba, pada umumnya dimulai dengan 3-4 kandang dengan materi minimal cukup bagus sampai bagus untuk ternak dengan harga 1,5 - 7 juta sepasang (non branded) atau 4-25 juta sepasang (branded).

Salam,

Okto


From: budi@semarang.wasantara.net.id

Subject: [perkutut mania] Cincin/Ring

salam Kleow ketek Kung,....

Perkenalkan saya adalah pemula penggemar perkutut, Saat ini saya baru mencoba menangkarkan perkutut Bangkok, dan beberapa sudah ada yang bertelur, untuk itu saya mohon informasinya bila perkutut saya sudah mulai menetas dan perkutut tersebut perlu saya kasih ring/cincin, dimanakah saya bisa memesan cincin/ring tsb. Dan berapakah harganya serta minimal pemesanannya,..

terima kasih,

salam,

Budi (semarang)
 
 

Respons :

From: tanureja@indo.net.id

Subject: [perkutut mania] Re: Cincin/Ring

Salam dan Selamat Datang di Milis P'Mania pak Budi.

Saya akan coba cari informasi mengenai tempat pemesanan ring di Semarang. Tapi coba saja Bapak ke peternak yang sudah cukup terkenal di Semarang seperti Makita atau peternak lainnya, biasanya Bapak bisa pesan juga dari peternak tersebut.

Saat ini harga ring Rp.600,- tapi kalau melalui peternak biasanya menjadi Rp.750,- / ring. Minimal biasanya tidak ditentukan, umumnya pemesan order sekitar 50 ring.

Selamat mencoba ! dan sukses dengan peternakannya ya Pak.

Salam,

Rudy
 
 

Respons :

From: okto@bigfoot.com

Subject: [perkutut mania] Re: Cincin/Ring

Untuk memesan ring perkutut, silahkan hubungi "Raja Ring" Bp.Tiong Hok /Linda Susanto pada telepon (021) 567-7053 dan 569-62067.

Minimum pemesanan 100 buah, saya sudah beberapa kali memesan dengan minimum 100 buah dikirim ke rumah tanpa biaya tambahan (Jakarta). Harga per 100 ring adalah Rp.60.000,- (@ Rp.600)

Mengenai warna, tulisan dan lain sebagainya silahkan hubungi langsung.

Salam,

Okto


From: sudiarto_ari@yahoo.com

Subject: [perkutut mania] apa harus puter?,gimana kalau tekukur

Salam kleo ketek ketek kung buat rekan semuanya,

Punten, sekedar nanya dan untuk pengetahuan saya, untuk baby sister apa hanya puter saja sang bisa mengasuh piyik perkutut dan gimana dengan tekukur ? kata orang burung tekukur masih satu jenis. mohon penjelasan

nuhun.

Sudi
 
 

Respons :

From: "Rudy Tanureja" <tanureja@indo.net.id>

Subject: [perkutut mania] Re: apa harus puter?,gimana kalau tekukur

Sebenarnya baby sitter tidak hanya puter, peternak banyak juga menggunakan diamond dove dan finch. Tapi kedua hewan terakhir ini hanya dapat meloloh satu piyik saja sedangkan puter dapat sampai dengan 6 ekor piyik.

Tekukur hampir tidak pernah digunakan karena menjodohkan tekukur sampai saat ini dikenal lebih susah dan memakan waktu yang lama, sedangkan untuk merawat piyik perkutut, baby sitternya harus juga dalam kondisi sedang mengerami. Boleh juga Bapak mencoba siapa tahu bisa berhasil.

Salam,

Rudy
 
 

Respons :

From: okto@bigfoot.com

Subject: [perkutut mania] Re: apa harus puter?,gimana kalau tekukur

Salam Kung,

>punten, sekedar nanya dan untuk pengetahuan saya, untuk baby sister apa

>hanya puter saja sang bisa mengasuh piyik perkutut dan gimana dengan

>tekukur ? kata orang burung tekukur masih satu jenis.

>mohon penjelasan

No problem. Tentu tekukur/derkuku bisa mengasuh puter. Pernah saya lihat di sebuah peternakan selain mengunakan puter, juga digunakan derkuku sebagai baby sitter. Hasilnya juga sama, karena sifat derkuku/tekukur hampir sama dengan puter.

Salam,

Okto


From: sudiarto_ari@yahoo.com

Subject: [perkutut mania] campuran makanan

salam kleo ketek ketek kung buat semua rekan-rekan,

saya mau tanya nich, karena sebentar lagi musim hujan, maka makanan burung akan saya tambahkan godem. tapi berapakan berbandingannya, agar tidak mendatangkan efek yang merugikan burung tersebut ? dan samakah funsi milet putih dengan milet merah apa fungsinya, dan dalam campuran mana yang lebih banyak ?

makasih buat rekan rekan yang mau menjawab

sudi(bandung)
 
 

Respons :

From: tanureja@indo.net.id

Subject: [perkutut mania] Re: campuran makanan

Salam Klau bek bek bek Kuuung,

Sebenarnya perkutut dewasa cukup tahan terhadap perubahan cuaca. Selama ini jarang sekali ditemui perkutut dewasa yang meninggal karena perubahan cuaca. Malahan banyak yang ditemui meninggal karena dipatuki oleh pasangannya atau kandang yang tidak terlindungi dari angin yang kencang.

Kalau musim hujan justru sering terlihat perkutut-perkutut saya sengaja nangkring, membuka sebelah sayapnya agar terkena air hujan, tapi ada juga perkutut yang mungkin merasa staminanya kurang baik berlindung di tempat yang aman dari hujan.

Mengenai ketan hitam atau godem cukup sekitar 5% - 10% saja, tidak perlu banyak. Kandang perlu diberikan penerangan dan di sisi kanan / kiri perlu ditutupi /dilindungi agar perkutut terlindungi dari angin yang kencang. Bagian atas yang sebagian terbuka tidak perlu ditutup.

Air hujan nggak masalah tapi yang masalah anginnya yang perkutut tidak tahan. Produktifitas perkutut di waktu hujan memang mengalami penurunan. Ini banyak ditemui di kebanyakan peternak dan juga banyak terjadi kematian bagi piyik perkutut. Puter juga sering ditemui banyak yang sakit. Tapi perkutut dewasa / kandang biasanya lebih tahan terhadap cuaca.

Semoga membantu.

Salam,

Rudy


From: sudiarto_ari@yahoo.com

Subject: [perkutut mania] penakut

salam kleo ketek kung rekam semuanya,

Kemarin pada hari senin saya dapat perkutut lagi (di kasih saudara) pada pagi hari sekitar jam 6 perkutut itu bunyi terus, wah saya bingung apa nggak cape bunyi terus-terusan, eh pas saya saya mau berangkat kerja jam 7 saya gantung lagi berkutut yang satunya eh... saya bingung lagi yang tadinya bunyi terus malah berhenti sampai saya tungguin 1/2 jam (terlambat kerja hehehehe) enggak bunyi juga. besoknya hari rabu perkutut saya gantung bersamaan jarak antar sangkar 3 meter yang baru itu enggak mau bunyi juga. wah....bingung nih. tadi pagi saya gantung sendirian (yang baru) bunyi terus.

wah gimana nih melatihnya apa yang harus saya tambahkan pada makanan/minumannya biar barani ?...

Dan buat rekan yang baru gabung saya ucapkan selamat datang di perkutut mania.

Makasih

Sudi
 
 

Respons :

From: "Rudy Tanureja" <tanureja@indo.net.id>

Subject: [perkutut mania] Re: penakut

Salam Klau ku ku ku ku ku ku Kuunggg,

Wah enak juga bung Sudi bisa dapat perkutut terus secara gratis. Perkutut tersebut kelihatannya sebelumnya terbiasa digantung sendirian dan setelah melihat ada rekan perkutut yang lain, mungkin jadi kaget. Tapi biasanya setelah beberapa lama perkutut tersebut akan beradaptasi dengan situasi yang baru.
 
 

> tadi pagi saya gantung sendirian (yang baru) bunyi terus.

> wah gimana nih melatihnya apa yang harus saya tambahkan pada

> makanan/minumannya biar barani ?...

Sebaiknya perkutut yang lain juga digantung berdekatan dengan perkutut tersebut supaya perkutut tersebut menjadi terbiasa. Dalam lombapun perkutut yang rajin bunyi di rumah seringkali ditemui tidak mau bunyi di lapangan. Oleh sebab itu biasanya peternak yang mempersiapkan calon jagoannya secara rutin melatih perkututnya di tempat-tempat latihan bersama dengan perkutut orang lain. Dengan semakin terbiasa mengenal situasi yang baru, mendengar begitu banyaknya anggung perkutut dalam jarak dekat, perkutut tersebut tidak kaget dan takut.

Biasanya hal ini tidak dipengaruhi dari makanan buktinya setelah bung gantung perkutut tersebut sendirian perkutut itu kembali rajin bunyi. Tapi kalau mau mencoba-coba membuat burung perkutut bung gacor (tapi saya tidak anjurkan sebenarnya karena bisa merusak suara perkutut di kemudian hari) coba saja beri kenari seed dengan dicampur godem. Pasti ditanggung gacor dan kelihatan semua kelemahannya. Tapi kasihan lho.

Salam,

Rudy Tanureja


From: okto@bigfoot.com

Subject: [perkutut mania] Penjelasan mengenai mutu perkutut

Salam kuung,

Rekan-rekan, pada Website Angelo BF terdapat beberapa kategori mutu perkutut untuk ternak yang saya sebutkan, dan supaya lebih jelas berikut ini saya paparkan kriterianya :

Kategori KURANG (afkir) untuk ternak :

yang dimaksud kurang untuk ternak meliputi mutu perkutut dibawah standard, yang tidak baik untuk ternak, karena sulit diharapkan keturunannya akan memiliki mutu yang lebih baik dari indukannya. Perkutut kategori demikian banyak sekali didapatkan di pasar burung, harganya pun kadang cukup mahal, yang dipasar burung bahkan ada yang buka harga sekitar 350-400 ribu.
 
 

Kategori CUKUP-CUKUP untuk ternak:

Yang dimaksud cukup-cukup untuk ternak adalah mutu perkutut yang sudah memenuhi standard yang ada, kemungkinan kategori mutu perkutut cukup-cukup untuk menghasilkan perkutut kelas cukup bagus untuk ternak dapat mencapai 25% dan lebih besar (50%) lagi jika mutu cukup-cukup dikombinasikan dengan pasangan yang mutunya kategori cukup bagus.

Kombinasi mencari pasangan dengan mutu cukup-cukup + cukup bagus, merupakan pasangan perkutut yang sangat ideal dimiliki oleh pengemar perkutut yang ingin beternak tetapi modal yang dimiliki sangat terbatas. (harga sepasang sekitar 750 - 900 ribu).
 
 

Kategori CUKUP BAGUS untuk ternak:

Yang dimaksud cukup bagus untuk ternak adalah perkutut yang mutu suaranya memiliki 2-3 unsur dari ke-5 unsur penilaian (suara depan, tengah, belakang, irama dan latar) yang masuk kategori baik, sedangkan unsur lainnya termasuk cukup atau cukup bagus.

Pasangan cukup bagus untuk ternak merupakan pasangan ideal bagi pengemar perkutut yang ingin beternak, tapi tidak menginginkan modal yang besar. (harga sepasang sekitar 1 - 1,75 juta)
 
 

Kategori BAGUS untuk ternak :

Yang dimaksud bagus untuk ternak adalah perkutut yang mutu suaranya telah memenuhi ke-5 unsur penilaian dengan kategori baik. Sehingga kesempatan untuk menghasilkan perkutut kelas lomba juga cukup besar.

Pasangan bagus untuk ternak merupakan pasangan ideal bagi pengemar perkutut yang ingin beternak, dengan modal yang setara (harganya sepasang sekitar 2 - 3,5 juta)
 
 

Kategori BAGUS SEKALI untuk ternak :

Yang dimaksud bagus sekali untuk ternak adalah perkutut yang mutu suaranya telah memenuhi ke-5 unsur penilaian dengan kategori baik dan beberapa unsur bahkan tergolong baik sekali. Sehingga kesempatan untuk menghasilkan perkutut kelas lomba besar.

Pasangan bagus untuk ternak merupakan pasangan ideal bagi pengemar perkutut yang ingin beternak, dengan modal yang setara (harganya sepasang sekitar 5 - 7 juta)
 
 

Adalagi kategori ISTIMEWA untuk ternak, harganya sangat susah ditentukan batasannya, tapi umumnya harganya di atas 10 juta untuk harga pasaran terendah.

Begitu bervariasinya mutu perkutut yang dapat diklasifikasikan, tetapi yang terpenting dari semua itu adalah harga/uang yang dikeluarkan sesuai dengan mutu suara perkutut yang didapat, walaupun seringkali masalah klasifikasi itu sendiri tidak sama di antara peternak, di sini lebih tergantung pada kejujuran peternak yang bersangkutan.

Harga yang sangat berbeda jauh antara peternak terkenal dan peternak belum terkenal, tentunya disebabkan karena penentuan standard harga yang berbeda.

Tetapi tentunya kita harus memahami perbedaan harga yang sangat menyolok ini disebabkan karena "status" yang berbeda, kita ibaratkan peternak terkenal seumpama hotel bintang lima, sedangkan peternak belum terkenal seumpama hotel bintang 2-3, harganya khan berbeda sekitar 3-5 kali lipat.

Mengenai keberhasilan dalam beternak untuk menghasilkan perkutut yang berkualitas, selain pemilihan indukkan yang saling mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda, diperlukan juga perawatan yang baik dan tentunya rejeki atau nasib yang baik dari Tuhan (berkat) sebab harus kita pahami bahwa kemungkinan kualitas yang muncul pada keturunan hasil ternak ada beberapa variasi antara lain :

1. Identik / mirip Bapak atau Ibu

2. Memiliki kekurangan induk jantan dan kelebihan induk betina

3. Memiliki kelebihan induk jantan dan kekurangan induk betina

4. Memiliki kekurangan dari induk jantan dan betina (GAGAL)

5. Memiliki kelebihan dari induk jantan dan betina. (BERHASIL)

Nah di sini, probabilitas atau kemungkinan mutu yang bisa dicapai TIDAK

DITENTUKAN OLEH TRAH DARAH, tetapi oleh kekuatan dari gen bawaan masing-masing indukkannya, jadi misalkan unsur kelebihan pada suara tengahnya yang ayu dari induk betina mempunyai gen yang lebih kuat dari gen pembawa kekurangan dari suara induk jantan yang rapat, maka tentu yang akan keluar pada keturunannya adalah tengah yang ayu dari induk betina. (Sesuai dengan hukum Mendel / genetika mengenai sifat gen dominan dan resesif)

Semoga sedikit informasi mengenai pemilihan indukkan dan kesempatan untuk menciptakan perkutut yang bermutu baik di atas dapat berguna.

Salam,

Okto
 
 

Respons :

From: "Rudy Tanureja" <tanureja@indo.net.id>

Subject: [perkutut mania] Re: Penjelasan mengenai mutu perkutut

Salam Klau ku ku ku ku Kuung,
 
 

> Begitu bervariasinya mutu perkutut yang dapat diklasifikasikan, tetapi

yang

> terpenting dari semua itu adalah harga/uang yang dikeluarkan sesuai dengan

> mutu suara perkutut yang didapat, walaupun seringkali masalah klasifikasi

> itu sendiri tidak sama di antara peternak, di sini lebih tergantung pada

> kejujuran peternak yang bersangkutan.
 
 

Memang benar apa yang dikatakan oleh bung Okto, klasifikasi mutu perkutut memang tidak sama antara peternak. Dari sejumlah peternak yang pernah saya temui, memang masing-masing memiliki standar kualitasnya sendiri. Burung perkutut yang bagus bagi peternak A bisa saja dianggap biasa-biasa saja oleh peternak B. Usulan saya sebelum mengambil keputusan membeli perkutut dimanapun ada baiknya rekan-rekan mengunjungi peternak-peternak untuk lebih mengenal kualitas perkutut yang baik dengan catatan jangan tergoda untuk langsung membeli.

Dengan sering mendengar langsung, kita akan lebih paham mengenai kualitas perkutut baik yang masih piyik dengan suara anginnya atau nokeknya maupun suara perkutut dewasa. Dengan demikian, rekan-rekan sudah memiliki standar kualitas sendiri. Standar inilah yang dijadikan patokan / acuan pribadi dalam memilih atau membeli seekor perkutut. Jangan mempercayakan standar ini pada orang lain.

Menurut saya ini penting, karena jual beli perkutut adalah masalah persepsi atau harapan dengan kenyataan. Harapan dapat dipengaruhi oleh emosi sendiri ataupun dibawah pengaruh dari peternak. Kenyataannya baru dirasakan di kemudian hari. Banyak cerita-cerita lucu yang berhubungan dengan hal ini dan itupun terjadi pada diri saya. Belum lama ini, sewaktu saya mendatangi rekan peternak, kebetulan ada pembeli. Pembeli tersebut secara jujur mengatakan "Untung burung perkutut saya nggak bunyi di lomba. Kalau bunyi, mau disembunyikan dimana muka ini". Pembeli tersebut baru terbuka setelah mendengar langsung suara indukan perkutut di tempat rekan saya. Itulah persepsi, dan biasanya akan terbuka kenyataannya semakin dalam penghobi menerjuni hobby ini. Jangan heran kalau perkutut yang sebelumnya di beli dengan harga jutaan rupiah akhirnya dijual dengan harga hanya puluhan atau ratusan ribu rupiah saja.

> Harga yang sangat berbeda jauh antara peternak terkenal dan peternak belum

> terkenal, tentunya disebabkan karena penentuan standard harga yang

berbeda.

> Tetapi tentunya kita harus memahami perbedaan harga yang sangat menyolok

> ini disebabkan karena "status" yang berbeda, kita ibaratkan peternak

> terkenal seumpama hotel bintang lima, sedangkan peternak belum terkenal

> seumpama hotel bintang 2-3, harganya khan berbeda sekitar 3-5 kali lipat.

Benar. Itulah kekuatan brand / merk. Intinya ikutilah slogan obat generik. "Yang penting khasiatnya emangnya gua makan mereknya". he-he-he.
 
 

> Mengenai keberhasilan dalam beternak untuk menghasilkan perkutut yang

> berkualitas, selain pemilihan indukkan yang saling mempunyai kelebihan dan

> kekurangan yang berbeda, diperlukan juga perawatan yang baik dan tentunya

> rejeki atau nasib yang baik dari Tuhan (berkat) sebab harus kita pahami

> bahwa kemungkinan kualitas yang muncul pada keturunan hasil ternak ada

> beberapa variasi antara lain :

> 1. Identik / mirip Bapak atau Ibu

> 2. Memiliki kekurangan induk jantan dan kelebihan induk betina

> 3. Memiliki kelebihan induk jantan dan kekurangan induk betina

> 4. Memiliki kekurangan dari induk jantan dan betina (GAGAL)

> 5. Memiliki kelebihan dari induk jantan dan betina. (BERHASIL)
 
 

Menurut saya faktor kualitas piyik yang dihasilkan sangat tergantung pada ketajaman dan pengalaman dari si peternak. Ada peternak yang hanya berprinsip engkel harus dijodohkan dengan dobel, kekurangan ditutupi oleh kelebihan, dan teori-teori umum lainnya. Tapi ada juga peternak yang berani membiarkan kandangnya hanya terisi 10% saja karena merasa pasangan lain belum pas meskipun berdasarkan teori tersebut pasangan-pasangan lain sudah memenuhi syarat. Kuncinya terletak pada seberapa hebat seorang peternak meracik lima varibel unsur suara perkutut agar menghasilkan pasangan perkutut yang maksimal.
 
 

> Nah di sini, probabilitas atau kemungkinan mutu yang bisa dicapai TIDAK

> DITENTUKAN OLEH TRAH DARAH, tetapi oleh kekuatan dari gen

> bawaan masing-masing indukkannya, jadi misalkan unsur kelebihan pada

> suara tengahnya yang ayu dari induk betina mempunyai gen yang lebih kuat

> dari gen pembawa kekurangan dari suara induk jantan yang rapat, maka tentu

> yang akan keluar pada keturunannya adalah tengah yang ayu dari induk

> betina. (Sesuai dengan hukum Mendel / genetika)
 
 

Memang saat ini harus diakui masalah trah darah selalu menjadi persoalan. Banyak peternak yang ingin terkenal memalsu asal usul indukannya dengan diganti dengan trah darah - trah darah yang sedang ngetrend saat ini. Memang asli tidaknya trah darah sulit dibuktikan karena pemalsuan dapat dilakukan oleh peternak pemilik trah sendiri (piyik bookingan diganti dengan piyik lain) atau memang peternak dengan sengaja memalsukan asal usul trahnya.

Kalau dilihat dari logikanya, seharusnya trah darah ada pengaruhnya juga. Trah darah adalah kata lain dari seleksi kualitas. Seperti perkutut bangkok yang dulu diagung-agungkan sebenarnya berasal dari hasil seleksi kualitas hasil ternak dari perkutut lokal Indonesia. Sayangnya istilah trah darah ini sering dengan mudah digunakan oleh peternak yang memiliki perkutut juara tapi kualitas turunan dari perkutut tersebut belum dapat dipastikan. Kenapa peternak berlomba-lomba memiliki trah darah Pharoh V, JM N-4, dll, karena probabilita dari hasil ternak yang dikeluarkan memang beda (tentu saja unsur crossing suara tetap berperanan dalam hal ini). Kesimpulannya, kita tinggal memilih jalan, apakah kita sendiri yang akan melakukan seleksi kualitas dan melakukan eksperimen crossing untuk menghasilkan perkutut berkualitas atau langsung memakai trah (asli trah) hasil seleksi kualitas. Ini adalah pertimbangan waktu dan biaya. Bisa jadi yang satu lebih efisien dari yang lain atau kebalikannya.

Mudah-mudahan membingungkan bagi rekan-rekan he-he-he. Tujuan saya sebenarnya adalah kita membuka cakrawala kita bersama karena terus terang hobby di bidang seni suara ini luar biasa. Tak habis-habisnya rasanya keinginan saya terus belajar dan belajar. Mudah-mudahan rekan-rekan juga begitu.

Salam,

Rudy Tanureja
 
 

Respons :

From: Agusyanto Hasan <hasan@si.id.sony.com.sg>

Subject: [perkutut mania] Re: Penjelasan mengenai mutu perkutut

Dear bung Okto,

Terima kasih atas penjelasannya mengenai subject diatas. Hal ini menambah wawasan saya dng gradasi perkutut. Ada satu hal yg ingin saya tanyakan kepada bung Okto, yaitu : Apakah perkutut yg ada di grade yg rendah bisa dimprove ke grada diatasnya dan sebaliknya. Misalnya CUKUP BAGUS turun ke KURANG atau dari CUKUP- CUKUP ke BAGUS.

Terima kasih,
 
 

Respons :

From: okto@bigfoot.com

Subject: [perkutut mania] Re: Penjelasan mengenai mutu perkutut

Salam kung Sdr. Agus,

Kemungkinan naik atau turun kelas jelas terjadi, tetapi pada umumnya hanya berjarak 1 kelas, walaupun bisa juga di atas itu. Hal ini disebabkan oleh faktor kualitas dari ke-5 unsur penilaian yang dimiliki oleh kedua induknya, sebab seperti yang sudah dijelaskan melalui hukum genetika, mutu yang akan muncul pada keturunan bervariasi antara lain :

1. Identik / mirip Bapak atau Ibu

2. Memiliki kekurangan induk jantan dan kelebihan induk betina

3. Memiliki kelebihan induk jantan dan kekurangan induk betina

4. Memiliki kekurangan dari induk jantan dan betina (GAGAL)

5. Memiliki kelebihan dari induk jantan dan betina. (BERHASIL)

Nah dalam aplikasinya jika yang kita ternak adalah perkutut kategori cukup bagus yaitu perkutut yang memiliki keunggulan (baik) dalam 1-3 unsur penilaian dan selebihnya cukup (memenuhi standar), nah jika dilakukan crossing suara yang baik maka kemungkinan yang muncul sesuai dengan ke-5 kemungkinan di atas adalah :

Point kemungkinan kualitas no 1,2 dan 3 bisa dikategorikan sebagai cukup

bagus (kualitas setara induknya, alias mutu yang tetap dengan indukkan).

Point no 4 (gagal) adalah penurunan mutu dari cukup bagus menjadi cukup-cukup.

Point no.5 (berhasil) adalah peningkatan mutu dari cukup bagus menjadi bagus.

Dalam teori dan prakteknya kemungkinan umumnya seperti pada uraian di atas, jadi kenaikan maupun penurunan mutu dari indukkan ke keturunannya umumnya berjarak 1 kelas, tetapi pada sekitar 5-10% kasus terjadi pula penurunan atau peningkatan mutu hingga 2 kelas. Nah kasus inilah yang sering disebut sebagai keberuntungan atau malah kebuntungan.

Tapi terlepas dari nasib baik atau tidak, pemilihan indukkan dan crossing suara yang tepat mutlak dilakukan sebagai syarat utamanya.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Okto
 
 


From: suparno bob <suparnobob@yahoo.com>

Subject: [perkutut mania] Selamat Ya....

Salam kung kung kung kung kung (kuuung nya panjang sekali)

Pertama-tama saya ucapkan selamat atas dibukanya situs perkutut Angelo Bird Farm milik Bapak Okto. Ini semua akan menambah dan meramaikan wawasan tentang perkutut.

Untuk rekan-rekan p.mania di seluruh net ini, saya menyampaikan salut atas keberhasilan Bapak Okto membreeding perkutut dengan halaman yang mungil dan kandang yang juga turut mungil, akan tetapi hasil yang didapatkan (anakannya) bagus-bagus.

Kalau rekan-rekan p. mania datang ke Jakarta, coba deh

ke Rumah Bapak Okto, kita akan terkagum-kagum dengan bird farmnya.

Untuk men-download suara wav, di komputer saya tidak ada masalah tuh.

Oh ya sekali lagi salut dan selamat untuk Angelo bf.

salam

Parno


From: sudiarto_ari@yahoo.com

Subject: [perkutut mania] vitamin

salam kleo kete kete huk huk huk (batuk nih) kepada rekan semua

aduh saya banyak tanya nih, jadi enggak enak...

saya beberapa hari yang lalu membeli vitamin dan sesuai dengan aturan pemakaian, maka saya akan mendapatkan sisa yang sangat banyak, sedangkan di anjurkan setiap hari harus di ganti (sore saya kasih dan paginya saya ganti), yang ingin saya tanyakan adalah apakah sisa campurannya dapat saya berikan untuk besok sorenya lagi atau harus saya buang ?

makasih buat semuanya.

salam

Sudi
 
 

Respons :

From: okto@bigfoot.com

Subject: [perkutut mania] Re: vitamin

Salam kung,

>aduh saya banyak tanya nih, jadi enggak enak...

Justru kami yang ada di milis, mengharapkan dan menghargai semua pertanyaan yang ada, jadi kita semua memiliki bahan pembicaraan dan saling bertukar info, sehingga masing-masing dari kita mendapatkan pengetahuan baru.
 
 

>paginya saya ganti), yang ingin saya tanyakan adalah apakah sisa

>campurannya dapat saya berikan untuk besok sorenya lagi atau harus saya

>buang ?

Yah, sebaiknya dibuang saja, sebab selain vitamin dalam tempat minum yang sudah rusak karena terkena sinar matahari, juga efeknya malah kurang baik bagi kesehatan, yah seperti kalau kita membuat teh dan setelah lewat sehari, biarpun masih banyak harus kita buang karena istilahnya "sudah basi".

Pemberian vitamin umumnya hanya dilakukan seminggu sekali saja sudah cukup.

Salam,

Okto